Diposkan pada Analisa Perancangan Sistem Informasi, Computer, Education, Sistem Informasi

Hubungan Activity Diagram dengan Class dan Use Case

I need yuuu~
I love yuuu~
yu yu Yuta is back^^
Sebenernya, bikin ini tuh karena waktu itu sempet stuck di matkul APSI pas ditanya mengenai hubungan antara Activity diagram sama Class diagram itu apa? Apakah baik-baik saja ataukah bertengkar XDD
Oke. Gue keliling nyari datanya di google. Tapi, gak nemu hingga akhirnya gue ketemu websitenya si boersan. Thank’s bro. I love ya~
Seperti yang gue bilang. Ingatan di awan bisa dilihat kapanpun. Karena itu gue lagi-lagi nempelin ini di wordpress gue, supaya gue ingat.
Jadi,
Hubungan Activity Diagram dengan Class Diagram dalam UML
  • Activity Diagram dapat juga digunakan untuk memodelkan implementasi dari metoda-metoda kompleks
  • Metoda adalah implementasi dari suatu operasi ketika dipanggil sementara operasi merupakan bagian dari sifat yang terdefinisi dalam suatu class yang menyatakan kepada object apa yang akan dilakukan.
Hubungan Activity Diagram dengan  Usecase Diagram  dalam UML
  • Saat pemodelan Use case, activity diagram digunakan untuk menjelaskan bagaimana tujuan Use Case itu dicapai.
  • Activity diagram menjelaskan pada level workflow dari sejumlah Use Case saat dieksekusi.

Alasan kenapa mereka gak bisa dipisahkan ya karena memang pada dasarnya mereka saling bergantung. Bahasanya gini loh, Use Case ngejelasin hubungan antara pengguna (actor) dengan sistemnya. Kalo kayak gini doang kalian ngerti gak? Enggak kan? Maka dari itu hadirlah si Activity Diagram sebagai penjelasnya supaya kalian paham maksud dari sistemnya seperti apa.

Selesai^^

 

Thank’s to yang sudah menyelamatkan gue dari kebodohan gue untuk menjelaskannya secara normal XDD

http://kuliahsi-bursan.blogspot.com/2011/06/hubungan-activity-diagram-dengan-class.html

 

Diposkan pada Analisa Perancangan Sistem Informasi, Computer, Sistem Informasi

Deployment Diagram

Deployment diagram adalah salah satu model diagram dalam UML untuk mengerahkan artifact dalam node. Deployment diagram digunakan untuk memvisualisasikan, menspesifikasikan, dan mendokumentasikan proses yang terjadi pada suatu sistem perangkat lunak berbasis Object Oriented yang akan dibangun. Tujuan atau fungsi dari deployment diagram yaitu untuk menggambarkan/memvisualisasikan secara umum proses yang terjadi pada suatu sistem/software.

Node dalam UML merepresentasikan hardaware atau software execution environments. Node bisa terhubung melalui communication path untuk membuat system jaringan dari arbitrary complexity. Artifacts dalam UML mempresentasikan Spesifikasi dari bentuk physic informasi yang digunakan atau dihasilkan development process.

Diagram deployment atau deployment diagram menunjukkan konfigurasi komponen dalam proses eksekusi aplikasi. Diagram deployment juga dapat digunakan untuk memodelkan hal-hal berikut:

  • sistem tambahan (embedded system) yang menggambarkan rancangan device, node, dan hardware.
  • sistem terdistribusi murni
  • rekayasa ulang aplikasi
  • sistem client/server misalnya seperti gambar berikut:

1

Diagram deployment mewakili pandangan pengembangan sistem sehingga hanya akan ada satu diagram deployment untuk satu sistem. Diagram deployment terdiri dari node dan node merupakan perangkat keras fisik yang digunakan untuk menyebarkan aplikasi.

Diagram deployment banyak digunakan oleh system engineer. Tiap node pada diagram deployment mewakili satu unit komputasi sistem yang dalam banyak hal merupakan bagian dari perangkat keras

Diagram deployment umumnya memiliki node dan hubungan kebergantungan. Memungkinkan juga dalam diagram deployment terdapat komponen.

Ada beberapa hal yang sering digambarkan dalam deployment diagram yaitu:

  1. Manifestation

Manifestation adalah hubungan abstraction yang mepresentasikan physical rendering atau hasil implementasi satu atau lebih model element dari artifact. Atau pemanfaatan model element dari konstruksi artifact. Artifact memanifest atau menunjukan satu atau lebih dari model element. Artifact bisa memiliki satu atau lebih manifestation. Setiap darinya memepresentasikan packageable element.

2 Lanjutkan membaca “Deployment Diagram”

Diposkan pada Analisa Perancangan Sistem Informasi, Computer, Education, Sistem Informasi

Package Diagram

Package Diagram

Package diagram yaitu salah satu jenis diagram pada UML digunakan untuk mengelompokan kelas dan juga menunjukan bagaimana elemen model akan disusun serta mengambarkan ketergantungan antara paket-paket.

Package Diagram (diagram paket) adalah sekelompok elemen-elemen model. sebuah paket dapat berisi elemen-elemen model yang berlainan, termasuk paket-paket untuk menciptakan atau menggambarkan sifat hiraki. sebuah paket diberi nama yang menggambarkan isinya. Oleh karena itu package dapat digunakan untuk beberapa keperluan dan kebutuhan.

Fungsi Package Diagram

  • Memperlihatkan bagaimana elemen model diorganisasikan atau dikelompokkan ke dalam packages
  • Biasanya dipakai pada use case diagram atau class diagram
  • Packages digambarkan sebagai sebuah direktori (file folders) yang berisi model-model elemen
  • Packages dapat diterapkan pada sembarang diagram UML
  • Walaupun package secara resmi bukanlah diagram UML, namun kegunaannya cukup signifikan
  • Penjelasan package diagram pada masing-masing diagram UML

Salah satu manfaat package adalah kemampuannya untuk digunakan pada component lainnya. Dalam menggunakan package sistem lain dikenal dua istilah yaitu:

  1. Import Package: Meminjam package lain yang bertipe public.
  2. Access Package: seperti import hanya saja tipe package berubah menjadi private.

Import dilukiskan dengan garis putus-putus dengan panah menunjuk pada package induk (si pemilik kelas) dengan tulisan “import” dekat garis putus-putus tersebut. Sedangkan access dengan cara yang sama, hanya saja tulisan “import” diganti dengan “access”.

Simbol-simbol Package Diagram

22

Lanjutkan membaca “Package Diagram”

Diposkan pada Analisa Perancangan Sistem Informasi, Computer, Education, Sistem Informasi

Activity Diagram Pemesanan Barang dalam Sistem Informasi Penjualan ATK berbasis WEB

SISTEM INFORMASI PENJUALAN ALAT TULIS KANTOR BERBASIS WEB

PADA CV. SUMBER REZEKI JAKARTA

 

Abstrak:

  1. Sumber Rezeki merupakan salah satu toko alat tulis kantor di jakarta yang bergerak dibidang penjualan produk-produk alat tulis kantor yang masih menggunakan cara konvensional dalam memasarkan produk-produk alat tulis kantor dan dalam mengolah data transaksi penjualan, untuk itu membutuhkan sistem informasi yang dapat menunjang kelancaran dalam melakukan transaksi penjualan, sistem Informasi ini sangat membantu dalam memperoleh informasi tentang produk dan harga yang bisa berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu penulis memberikan suatu jawaban dengan membuatkan sistem informasi penjualan berbasis web. Dengan adanya sistem informasi penjualan ini maka diharapkan kedepannya akan mempermudah CV. Sumber Rezeki dalam meningkatkan penjualan.

Ini adalah bentuk lanjutan dari postingan saya sebelumnya mengenai Use Case diagram pada Toko Buku sumber Rezeki di Jakarta. http://bit.ly/ContohUsecase-SI-17A-Evi

Activity Diagram
Activity Diagram adalah diagram flowchart yang diperluas yang menunjukkan aliran kendali satu aktivitas ke aktivitas lain. Kita dapat menggunakan diagram ini untuk memodelkan aspek dinamis sistem. Lanjutkan membaca “Activity Diagram Pemesanan Barang dalam Sistem Informasi Penjualan ATK berbasis WEB”

Diposkan pada Analisa Perancangan Sistem Informasi, Computer, Education, Sistem Informasi

Sistem Informasi Penjualan Alat Tulis Kantor Berbasis Web Pada Cv. Sumber Rezeki

SISTEM INFORMASI PENJUALAN ALAT TULIS KANTOR BERBASIS WEB

PADA CV. SUMBER REZEKI JAKARTA

 

Abstrak:

  1. Sumber Rezeki merupakan salah satu toko alat tulis kantor di jakarta yang bergerak dibidang penjualan produk-produk alat tulis kantor yang masih menggunakan cara konvensional dalam memasarkan produk-produk alat tulis kantor dan dalam mengolah data transaksi penjualan, untuk itu membutuhkan sistem informasi yang dapat menunjang kelancaran dalam melakukan transaksi penjualan, sistem Informasi ini sangat membantu dalam memperoleh informasi tentang produk dan harga yang bisa berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu penulis memberikan suatu jawaban dengan membuatkan sistem informasi penjualan berbasis web. Dengan adanya sistem informasi penjualan ini maka diharapkan kedepannya akan mempermudah CV. Sumber Rezeki dalam meningkatkan penjualan.

 

  1. Usecase diagram belanja online halaman user

 usecase

  1. Skenario

Lanjutkan membaca “Sistem Informasi Penjualan Alat Tulis Kantor Berbasis Web Pada Cv. Sumber Rezeki”

Diposkan pada Analisa Perancangan Sistem Informasi, Computer, Education, Sistem Informasi

Aspek-Aspek OOP [Object Oriented Program]

OOP

OOP ( Object Oriented Programming ) adalah sebuah paradigma pemrograman yang berorientasikan pada sebuah objek. Dasar – dasar OOP yaitu Class, Object, Encapsulation, Polymorphism dan Inheritance.

OOP/PBO merupakan paradigma pemrograman yang popular saat ini yang telah menggantikan teknik pemrograman berbasis prosedur. Object Oriented Programing yang berarti pula Pemrograman Beorientasi Objek sudah ditemukan sekitar tahun 1960 dan dikembangkan pada permulaan tahun 1970.

Pemrograman Berorientasi Objek (Object Oriented Programming/OOP) merupakan pemrograman yang berorientasikan kepada objek, dimana semua data dan fungsi dibungkus dalam class-class atau object-object. Setiap object dapat menerima pesan, memproses data, mengirim, menyimpan dan memanipulasi data. Beberapa object berinteraksi dengan saling memberikan informasi satu terhadap yang lainnya.

Masing-masing object harus berisikan informasi mengenai dirinya sendiri dan dapat dihubungkan dengan Object yang lain. Pemrograman berorientasi objek berbeda dengan pemrograman prosedural yang hanya menggunakan satu halaman kebawah untuk mengerjakan banyak perintah atau statement. Penggunaan pemrograman berorientasi objek sangat benyak sekali, contoh : java, php, perl, c#, cobol, dan lainnya.

 

Dalam konsep Pemrograman Berorientasi Objek dikenal beberapa istilah umum, yaitu:

 

– Attribute Lanjutkan membaca “Aspek-Aspek OOP [Object Oriented Program]”

Diposkan pada Analisa Perancangan Sistem Informasi, Computer, Education, Sistem Informasi

Use Case Diagram – Analisa Perancangan Sistem Informasi

  1. Pengertian Use Case

Use case adalah kegiatan atau urutan interaksi yang saling berkaitan antara sistem dan aktor. Use case bekerja dengan cara mendeskripsikan tipe interaksi antara user sebuah sistem dengan sistemnya sendiri melalui sebuah cerita bagaimana sebuah sistem dipakai. Use case juga digunakan untuk membentuk perilaku (behaviour) sistem yang akan dibuat. Sebuah use case menggambarkan sebuah interkasi antara pengguna (aktor) dengan sistem yang ada.

  • Diagram  use case merupakan pemodelan untuk menggambarkan kelakuan (behavior) sistem yang akan dibuat.
  • Diagram use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem yang akan dibuat.
  • Diagram use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada di dalam sebuah sistem dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi tersebut. Yang ditekankan pada diagram ini adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana”.
  • Sebuah use case merepresentasikan sebuah interaksi antara aktor (user atau sistem lainya) dengan sistem.
  • Use case menjelaskan secara sederhana fungsi sistem dari sudut pandang user.

usecase1

  1. Tujuan Use Case
  • Memetakkan kebutuhan sistem
  • Merepresentasikan interaksi pengguna terhadap sistem
  • Untuk mengetahui kebutuhan diluar sistem

Lanjutkan membaca “Use Case Diagram – Analisa Perancangan Sistem Informasi”

Diposkan pada Analisa Perancangan Sistem Informasi, Computer, Education, Sistem Informasi

SDLC Metode Rapid Prototyping dan Build and Fix

SDLC Metode Rapid Prototyping dan Build and Fix

SDLC (Systems Development Life Cycle, Siklus Hidup Pengembangan Sistem) atau Systems Life Cycle (Siklus Hidup Sistem), dalam rekayasa sistem dan rekayasa perangkat lunak, adalah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut. Konsep ini umumnya merujuk pada sistem komputer atau informasi. SDLC juga merupakan pola yang diambil untuk mengembangkan sistem perangkat lunak, yang terdiri dari tahap-tahap: yaitu rencana(planning),analisa (analysis), desain (design), implementasi (implementation), uji coba (testing) dan pengelolaan (maintenance). Dalam rekayasa perangkat lunak, konsep SDLC mendasari berbagai jenis metodologi pengembangan perangkat lunak. Metodologi-metodologi ini membentuk suatu kerangka kerja untuk perencanaan dan pengendalian pembuatan sistem informasi, yaitu proses pengembangan perangkat lunak. Terdapat 3 jenis metode siklus hidup sistem yang paling banyak digunakan, yakni: siklus hidup sistem tradisional (traditional system life cycle), siklus hidup menggunakan protoyping (life cycle using prototyping), dan siklus hidup sistem orientasi objek (object-oriented system life cycle).

 

  1. PROTOTYPING MODEL

Perbedaan mendasar prototyping model adalah pembuatan prototype (perancangan sementara) sebelum membuat software secara keseluruhan. Langkah-Langkah Prototyping Model:

  1. Pengumpulan Kebutuhan -> yaitu mengumpulkan kebutuhan pelanggan.
  2. Membangun prototyping -> Membuat rancangan sementara yang berfokus pada penyajian untuk pelanggan.
  3. Evaluasi prototyping ->Prototyping yang sudah dibuat kemudian dievaluasi. Jika ada yang tak sesuai dengan keinginan pelanggan, maka prototyping dibuang dan dibuat ulang. Jika sudah sesuai berlanjut ke tahap sebelumnya.
  4. Mengkodekan sistem -> prototyping yang sudah disetujui kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa pemograman yang sesuai.
  5. Menguji sistem -> Sistem software yang siap dipakai kemudian di tes. Pengujian dengan white box, black box, basis path, pengujian arsitektur dll.
  6. Evaluasi sistem -> Sistem yang ada kemudian di evaluasi menurut keinginan pelanggan. Pada tahap ini jika pelanggan belum menyetujui software maka software masih bisa diubah. tetapi ketika pelanggan sudah menyetujui software, software tidak bisa diubah lagi (tidak dapat di maintenance)
  7. Menggunakan sistem -> Pelanggan menggunakan sistem yang sudah disetujui. Kelebihan Prototyping Model: Sudah terstruktur Komunikasi antara pengembang dan pelanggan baik Menghemat waktu Penerapan menjadi lebih mudah karena pelanggan mengetahui apa yang dia harapkan Kekurangan Prototyping Model: Software tidak cocok digunakan untuk waktu lama Kurang fleksibel terhadap perubahan

Lanjutkan membaca “SDLC Metode Rapid Prototyping dan Build and Fix”

Diposkan pada CodeIgniter, Computer, Education, Sistem Informasi, WordPress, XAMPP

Cara Membuka Program yang Menggunakan CodeIgniter di XAMPP 8080

I love yu~ ❤

I need yu~ ❤

yu yu Yuta is back ^^/

Mungkin beberapa diantara kalian ada yang memiliki nasib seperti saya. Iya, menggunakan XAMPP dengan port 8080. Dan ketika kita ingin menggunakan Code Igniter. Program kita tidak mau terbuka. Nanya kanan-kiri depan-belakang tapi, tetap gak bisa sampai seminggu berlalu begitu saja tanpa ngerjain tugas. Ada yang seperti itu? Jika iya. Nasib kita sama, bro.

Tenang. Karena kita senasib. Jadi, kali ini Yuta akan ngasih tips dan trik untuk mengatasinya.

  1. Jangan panik. [jangan kayak gue yang panik karena takut gak dapet nilai karena semua tugas kuliah bergantung sama lappie ku tercinta. Kalem ae, guys. Ada seribu satu jalan menuju ROMA whooo]
  2. Pastikan kalian sudah menginstall dan mengaktifkan XAMPP.
  3. Setelah itu, coba kalian jalankan program kalian seperti biasa.

Tidak bisa? Ada beberapa kemungkinan kenapa tidak bisa.

  • Folder CodeIgniter tidak berada di dalam folder htdocs yang tersimpan di folder XAMPP
  • Port yang kalian gunakan ialah port 8080 [seperti yang akan dibahas kali ini]

Maksudnya port 8080 apaan sih?

Jika kalian ketika menginstall XAMPP dan itu berjalan sangat mudah dan sangat simpel seperti seharusnya. Itu artinya kalian menggunakan port sebenarnya.

Port sebenarnya? Lanjutkan membaca “Cara Membuka Program yang Menggunakan CodeIgniter di XAMPP 8080”

Diposkan pada Analisa Perancangan Sistem Informasi, Computer, Education, Sistem Informasi

Prinsip Pengembangan Sistem

IS4.png

Sebelumnya, kalian tahu gak sih apa itu Pengembangan Sistem Informasi?

Sistem, kalian tahu gak sistem itu apa?

Sistem adalah kumpulan bagian-bagian atau subsistem-subsistem yang disatukan dan dirancang untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan informasi diartikan sebagai hasil pengolahan data yang digunakan untuk suatu keperluan, sehingga penerimanya akan mendapat rangsangan untuk melakukan tindakan. Data adalah fakta yang jelas lingkup, tempat dan waktu-nya. Data diperoleh dari sumber data primer atau sekunder dalam bentuk berita tertulis atau sinyal elektronis.

Lalu? Sistem Informasi itu apa?

Terdapat berbagai  macam pengertian Sistem Informasi menurut beberapa ahli, diantaranya :

  • Sistem informasi (Information System) adalah sekumpulan komponen yang saling berhubungan, mengumpulkan atau mendapatkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan informasi untuk menunjang pengambilan keputusan dan pengawasan dalam suatu organisasi serta membantu manajer dalam mengambil keputusan (Kent, 2008).
  • Pengertian dari sistem informasi menurut Komunitas Mahasiswa Sistem Informasi di Yogykarta memaparkan bahawa Sistem informasi adalah sebuah aplikasi komputer yang digunakan untuk mendukung operasi dari suatu organisasi serta merupakan aransemen dari orang, data dan proses yang terjadi di dalamnya yang berinteraksi satu sama lain dalam menudukung dan memperbaiki organisasi serta mendukung dalam pemecahan masalah dan kebutuhan pembuat keputusan (KAMI, 2008).

Pengembangan sistem informasi sering disebut proses pengembangan sistem (System Development). Terdapat beberapa definisi mengenai pengembangan sistem informasi diantaranya adalah :

  • Aktifitas untuk menghasilkan sistem informasi berbasis computer untuk menyelesaikan permasalahan (problem) organisasi atau memanfaatkan kesempatan (opportunities) yang timbul.
  • Kumpulan kegiatan para analis sistem, perancang, dan pemakai yang mengembangkan dan mengimlementasikan sistem informasi.
  • Tahapan kegiatan yang dilakukan selama pembangunan sistem informasi
    Proses merencanakan, mengembangkan, dan mengimplementasikan sistem informasi dengan menggunakan metode, teknik, dan alat bantu pengembangan tertentu.

Pengembangan sistem merupakan penyusunan suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Sistem Informasi secara teknis dapat didefinisikan sebagai sekumpilan komponen yang saling berhubungan, mengumpulkan atau mendapatkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk menunjang pengambilan keputusan dan pengawasan dalam suatu organisasi. Selain menunjang proses pengambilan keputusan, koordinasi, dan pengawasan, sistem informasi juga dapat membantu manajer dan karyawan menganalisis permasalahan, menggambarkan hal-hal yang rumit, dan menciptakan produk baru.

Jadi, pengembangan sistem merupakan penyusunan suatu sistem yang baru untuk
menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki
sistem yang telah ada. Lanjutkan membaca “Prinsip Pengembangan Sistem”